TARAKAN –Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh keluarga besar SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Meyli Aprillia Putri sukses mengunci gelar Juara 1 Kelas H dalam Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar se-Kota Tarakan yang berlangsung di Gedung IPSI Kota Tarakan, 26-27 September 2026.
Capaian ini menjadi bukti nyata pembinaan kader melalui jalur seni bela diri yang menjadi ciri khas Muhammadiyah, yakni Tapak Suci.
Perjuangan Meyli di atas gelanggang tidaklah mudah. Ia harus bertarung dalam kondisi fisik yang kurang fit serta menghadapi perlawanan sengit dari lawan.
"Ada momen deg-degan sekali, sempat terpukul di bagian pipi dan sempat dirangkul lawan. Waktu itu memang badan lagi kurang sehat, tapi saya coba tetap fokus selesaikan pertandingan sampai akhir," cerita Meyli.
Medali emas yang kini diraihnya menjadi buah manis dari latihan keras yang selama ini ia jalani.
"Rasanya senang sekali dan bersyukur, karena semua lelahnya latihan akhirnya tidak sia-sia. Saya mau terus latihan lagi biar lebih baik. Terima kasih banyak untuk pelatih, orang tua, guru-guru di SMP MUDA, dan teman-teman yang selalu support," ucapnya.
Penampilan penuh ketenangan Meyli mendapat apresiasi dari Guru Pembina Tapak Suci SMP MUDA Tarakan, Dwi Niftah Safariah. Menurut Niftah, kunci kemenangan Meyli adalah kemampuannya mengendalikan diri di tengah tekanan final.
"Yang saya lihat, ananda Meyli mampu mempraktikkan semua teknik yang sudah kita latih. Yang terpenting dia bisa tetap tenang. Wajar kalau tegang saat bertanding, tapi dia bisa kontrol emosinya dan patuh pada instruksi pelatih," jelas Niftah. Prestasi ini sekaligus mempertahankan tren positif Meyli yang pada kejuaraan sebelumnya juga berhasil meraih podium pertama.
Sebagai kader Tapak Suci yang merupakan ortom Muhammadiyah, Niftah menegaskan bahwa pembinaan di SMP MUDA tidak hanya mengejar juara.
"Kami di Muhammadiyah selalu tanamkan, Tapak Suci itu bukan sekadar untuk juara. Ini adalah ikhtiar membentuk karakter kader yang disiplin, berani, berakhlak, menghormati sesama, dan tawadhu. Kami selalu pesan, menang bukan alasan untuk sombong, tetap rendah hati," tegasnya.
Ia berharap, proses pembinaan di atas matras Tapak Suci mampu melahirkan pelajar Muhammadiyah yang tidak hanya berprestasi dalam olahraga, tetapi juga unggul dalam akhlak dan mampu mengamalkan nilai-nilai sportivitas, kejujuran, dan keislaman dalam kehidupan sehari-hari. -Lee
Komp. Masjid Al-Amin Jl. Yos Sudarso
Kota Tarakan, Kalimantan Utara
pwm.kalimantanutara@gmail.com
© Media dan Komunikasi PWM Kalimantan Utara