76 Guru Muhammadiyah se-Nunukan Ikuti TOT, Siap Perkuat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Sekolah

NUNUKAN – Sebanyak 76 guru dan tenaga kependidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA Muhammadiyah se-Kabupaten Nunukan mengikuti Training of Trainer (TOT) Diklat Pelatih Qabilah Ekstrakurikuler Wajib Hizbul Wathan (HW) yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Nunukan pada 5–7 November 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru sebagai pelatih kepanduan sekaligus memperkuat pelaksanaan ekstrakurikuler Hizbul Wathan di sekolah Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari semangat menyambut Milad Muhammadiyah pada 18 November dan Milad Hizbul Wathan pada 20 Desember 2026.

Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Nunukan, Ramanda Nurdin Sade, bersama jajaran pimpinan persyarikatan dan pengurus Hizbul Wathan. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan Kalimantan Utara, Bunda Wasamu.

Dalam arahannya, Bunda Wasamu menekankan pentingnya peran Hizbul Wathan dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan kepemimpinan peserta didik melalui kegiatan kepanduan yang terarah dan berkelanjutan.

“Hizbul Wathan bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, guru yang menjadi pelatih harus memiliki keterampilan dan semangat untuk menghadirkan kegiatan kepanduan yang menarik, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik,” ungkap Bunda Wasamu.

Selama tiga hari, peserta memperoleh berbagai materi kepanduan, mulai dari kebijakan Muhammadiyah tentang Hizbul Wathan di sekolah, kode kehormatan pandu, tata cara upacara, administrasi Qabilah, seragam dan atribut HW, permainan serta lagu kepanduan, hingga keterampilan semaphore, morse, sandi, tali-temali, dan baris-berbaris. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai syarat kenaikan tingkat, tanda kecakapan, dan praktik upacara kepanduan.

Materi disampaikan melalui perpaduan teori, diskusi, simulasi, dan praktik langsung. Tim pelatih yang terlibat merupakan alumni pendidikan pelatih Jaya Melati 1 Kalimantan Utara serta pelatih dari Kwarda Hizbul Wathan Tarakan.

Sekretaris Kwarda HW Nunukan, Bunda Hasna, menjelaskan bahwa kegiatan ini pada awalnya direncanakan dalam bentuk pendidikan pelatih Jaya Melati 1. Namun, karena keterbatasan waktu dan persiapan penyelenggaraan, pihaknya memutuskan untuk terlebih dahulu melaksanakan Diklat TOT agar penguatan kompetensi pelatih di sekolah tetap dapat berjalan.

“Sebenarnya kami berencana melaksanakan pendidikan Jaya Melati 1. Namun, karena waktu dan persiapan yang belum memungkinkan, untuk sementara dilaksanakan TOT terlebih dahulu. Yang terpenting, para guru mendapatkan bekal keterampilan agar kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan di sekolah masing-masing dapat berjalan lebih maksimal,” jelas Bunda Hasna.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain memperoleh keterampilan baru, pelatihan ini juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarguru Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan.

--Advertisement--

Salah seorang peserta dari jenjang PAUD, Bunda Nurdaya, mengungkapkan kesan mendalam setelah mengikuti pelatihan. Ia berharap kegiatan peningkatan kompetensi pelatih Hizbul Wathan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan dikembangkan dalam bentuk perkemahan yang melibatkan peserta didik.

“Kegiatan ini sangat berkesan bagi kami. Selain memperoleh ilmu dan pengalaman baru, kami juga mendapatkan banyak saudara baru. Harapan kami, pelatihan seperti ini terus dilaksanakan. Kalau memungkinkan, ke depan dilaksanakan dengan berkemah dan melibatkan anak-anak agar mereka juga dapat merasakan langsung pengalaman berkepanduan,” ungkap Bunda Nurdaya.

Menurutnya, kebersamaan selama tiga hari memberikan pengalaman yang sulit dilupakan. Berbagai aktivitas yang dijalani bersama mampu membangun kekompakan, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat untuk menerapkan keterampilan kepanduan di sekolah.

Puncak kegiatan pada Sabtu, 7 November 2026, ditandai dengan pelantikan anggota Pandu Hizbul Wathan Dewasa dan Pelatih Ekstrakurikuler Hizbul Wathan tingkat Qabilah masing-masing oleh Kwarda HW Nunukan. Pelantikan tersebut sekaligus menjadi peneguhan amanah bagi para peserta untuk mengembangkan kegiatan kepanduan di satuan pendidikan masing-masing.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Nunukan, Bunda Suarni. Pada kesempatan tersebut, panitia juga memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik dan peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan, kekompakan, dan keaktifan selama mengikuti pelatihan.

Bunda Hasna turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk pimpinan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, jajaran pengurus Hizbul Wathan, tim pelatih dari Kalimantan Utara dan Tarakan, panitia pelaksana, serta seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat.

Sebagai tindak lanjut, Kwarda HW Nunukan berencana menyelenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bersama pada Desember 2026 sekaligus memeriahkan Milad Hizbul Wathan yang diperingati setiap 20 Desember.

“TOT ini bukan akhir dari pembinaan, tetapi menjadi langkah awal untuk menghidupkan kegiatan Hizbul Wathan di seluruh Qabilah. Insyaallah, pada Desember nanti kita akan melaksanakan UKT bersama. Harapannya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan benar-benar diterapkan untuk membina peserta didik di sekolah,” ujar Bunda Hasna.

Berakhirnya pelatihan selama tiga hari meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Suasana kebersamaan dan persaudaraan yang terbangun menjadi kenangan tersendiri, sebagaimana tergambar dalam lagu perpisahan Kita Berpisah, Tetap Bersaudara.

Melalui kegiatan ini, Kwarda HW Nunukan berharap para pelatih yang telah mendapatkan pembekalan mampu menjadi penggerak aktif kegiatan kepanduan di sekolah. Dengan demikian, Hizbul Wathan tidak hanya hadir sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib, tetapi benar-benar menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda Muhammadiyah.-Lee

News Admin
82 123
Pusat Dakwah Muhammadiyah

Komp. Masjid Al-Amin Jl. Yos Sudarso

Kota Tarakan, Kalimantan Utara

pwm.kalimantanutara@gmail.com

Kanal Media Sosial

© Media dan Komunikasi PWM Kalimantan Utara